Efektivitas Aromaterapi Lavender Inhalasi terhadap Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Hemodialisis Pemeliharaan: Tinjauan Sistematis dan Meta-analisis
Keywords:
kualitas tidur, kecemasan, hemodialisis, aromaterapi, lavenderAbstract
Latar belakang dan tujuan: Kecemasan dan gangguan tidur sering dialami pasien yang menjalani hemodialisis pemeliharaan. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aromaterapi lavender melalui inhalasi terhadap kecemasan dan kualitas tidur pada populasi tersebut. Metode: Penelusuran dilakukan pada PubMed, Embase, Cochrane CENTRAL, ProQuest, dan Scopus sejak awal indeksasi hingga Juli 2026. Studi terkontrol pada pasien dewasa yang menjalani hemodialisis dan melaporkan luaran kecemasan atau tidur dimasukkan. Ukuran efek dihitung sebagai g Hedges dan digabungkan menggunakan model efek acak. Hasil: Empat studi terkontrol menyumbangkan data luaran tidur (n=206), sedangkan dua studi menyumbangkan data kecemasan (n=114). Aromaterapi lavender dikaitkan dengan perbaikan luaran tidur (SMD=-1,66; IK 95%: -2,35 hingga -0,96; I²=76,9%) dan penurunan skor kecemasan (SMD=-2,60; IK 95%: -3,10 hingga -2,09; I²=0,0%). Namun, interpretasi dibatasi oleh jumlah studi yang sedikit, ukuran sampel kecil, luaran subjektif, pembutaan yang tidak memadai, serta heterogenitas klinis dan statistik. Kesimpulan: Aromaterapi lavender inhalasi berpotensi digunakan sebagai intervensi komplementer dalam asuhan keperawatan pasien hemodialisis, tetapi kepastian bukti masih rendah. Uji acak terkontrol dengan plasebo beraroma, protokol terstandar, dan pelaporan kejadian tidak diinginkan diperlukan sebelum rekomendasi klinis yang kuat dapat diberikan.






