Kelelahan Mental dan Self Care Pasien Sindrom Koroner Akut
Keywords:
kelelahan mental , self-care, acute coronary syndromeAbstract
Kelelahan mental merupakan gejala yang melemahkan dan sangat umum terjadi pada pasien dengan SKA, yang dapat menurunkan perilaku self-care. Saat ini, studi yang meneliti hubungan antara kelelahan mental dan self-care masih terbatas dan belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelelahan mental terhadap self-care pasien SKA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 42 orang yang diambil sesuai kriteria penelitian dan menggunakan purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei tahun 2026 di Poli Jantung RSUD dr. T.C.Hillers Maumere. Mengukur kelelahan mental menggunakan kuesioner functional assessment chronic illness therapy (FACIT). Kuesioner FACIT digunakan untuk mengevaluasi dampak status kesehatan, pengobatan, serta perkembangan penyakit terhadap kehidupan sehari-hari. Sebanyak 13 pertanyaan dengan rentang skor 0-52. Mengukur self-care menggunakan kuesioner self-care of coronary heart disease inventory (SC-CHDI). Kuesioner ini ini terdiri dari 22 pertanyaaan dengan rentang skor 0-100. Data dianalisis dengan uji kolerasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kelelahan mental dengan self-care pasien SKA (p 0.020). Arah hubungan yaitu negatif yang berarti semakin tinggi nilai kelelahan mental maka semakin rendah pula self-care, begitupun juga sebaliknya. Semakin rendah nilai kelelahan mental maka self-care semakin baik. Keeratan hubungan yaitu 0.365 (kategori lemah). Temuan dari penelitian ini memberikan implikasi strategis yang fundamental bagi pengembangan praktik keperawatan kardiovaskular, khususnya dalam merancang intervensi yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan fisik, melainkan pada aspek mental yang berdampak pada self-care.






