Transformasi Wakaf Berbasis Teknologi: Edukasi, Literasi, dan Penguatan Nazhir Bagi Generasi Muda Muhammadiyah
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i1.78Keywords:
Wakaf Digital, Literasi Wakaf, Transformasi Wakaf, Muhammadiyah, Nazir MudaAbstract
Abstrak: Transformasi wakaf berbasis teknologi menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat tata kelola filantropi Islam, khususnya di lingkungan Muhammadiyah yang memiliki aset wakaf yang luas dan beragam. Namun, digitalisasi wakaf belum dapat berjalan optimal tanpa dukungan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda sebagai calon nazhir masa depan. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya literasi wakaf produktif, keterbatasan pemahaman mengenai tata kelola digital, serta belum optimalnya pemanfaatan platform wakaf digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DKI Jakarta mengenai urgensi digitalisasi wakaf, ekosistem wakaf Muhammadiyah, serta keterampilan dasar penggunaan platform digital seperti SIMAM dan WakafMu. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui ceramah, seminar, dan diskusi interaktif dengan melibatkan 27 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait wakaf modern, strategi digitalisasi, dan peran generasi muda dalam penguatan tata kelola nazhir. Kegiatan ini berkontribusi pada upaya regenerasi nazhir muda dan penguatan ekosistem wakaf digital Muhammadiyah secara berkelanjutan.
Abstract: Technology-based waqf transformation has become a strategic necessity in strengthening Islamic philanthropic governance, particularly within Muhammadiyah, which manages extensive and diverse waqf assets. However, waqf digitalization cannot be implemented effectively without strengthening community capacity, especially among young generations who will become future nazhir. Key challenges include low literacy in productive waqf, limited understanding of digital governance, and the underutilization of digital waqf platforms. This community engagement program aimed to enhance the understanding of Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) cadres in DKI Jakarta regarding the urgency of waqf digitalization, the Muhammadiyah waqf ecosystem, and basic skills in using digital platforms such as SIMAM and WakafMu. The program was delivered online via Zoom, with lectures, seminars, and interactive discussions, and included 27 participants. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of modern waqf concepts, digitalization strategies, the role of youth in strengthening nazhir governance, and the importance of collaboration between universities and student organizations. This activity contributes to the regeneration of young nazhir and the sustainable development of Muhammadiyah’s digital waqf ecosystem.






