Pemberdayaan Remaja Melalui Seminar Edukasi Bahaya Pergaulan Bebas di SMP PGRI Barembeng
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i1.57Keywords:
Pendidikan Pemuda, Asosiasi Bebas, Program Pengabdian kepada Masyarakat, Pencegahan Sosial, Youth Education , Free Association, Community Service Program, Social PreventionAbstract
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya pergaulan bebas di era modern melalui seminar pendidikan yang diadakan di SMP PGRI Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Meningkatnya prevalensi perilaku menyimpang di kalangan remaja akibat kurangnya pemahaman tentang konsekuensi sosial, moral, dan kesehatan telah mendorong perlunya pendekatan pencegahan dan pendidikan. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan partisipatif melalui seminar satu hari yang melibatkan pembicara dari kepolisian dan puskesmas setempat, memberikan wawasan komprehensif tentang bahaya pergaulan bebas dan strategi pencegahannya. Hasilnya menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi di antara peserta, yang tercermin dalam keterlibatan aktif mereka selama sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang dampak negatif pergaulan bebas dan sikap reflektif terhadap pemeliharaan interaksi sosial yang sehat. Kegiatan ini juga berdampak positif pada peningkatan kesadaran kolektif di antara siswa dan guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan berkarakter. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkuat peran pendidikan dan kolaborasi masyarakat dalam membentuk generasi muda yang berlandaskan moral, bertanggung jawab, dan sadar sosial di era modern.
Abstract: This community service activity aims to raise adolescents’ awareness of the dangers of free association in the modern era through an educational seminar conducted at SMP PGRI Barembeng, Bontonompo District, Gowa Regency. The increasing prevalence of deviant behavior among teenagers due to a lack of understanding of social, moral, and health consequences has prompted the need for preventive and educational approaches. The implementation method employed a participatory approach through a one-day seminar involving speakers from the police and local health center, providing comprehensive insights into the dangers of free association and its prevention strategies. The results revealed a high level of enthusiasm among participants, as reflected in their active involvement during the discussion and Q&A sessions. Participants demonstrated an improved understanding of the negative impacts of free association and a reflective attitude toward maintaining healthy social interactions. This activity also had a positive impact on raising collective awareness among students and teachers in creating a safer and more character-based school environment. Overall, this program successfully strengthened the role of education and community collaboration in shaping a morally grounded, responsible, and socially aware young generation in the modern era.






