Edukasi Diet dan Senam Kaki Diabetik Berbasis Keluarga Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i4.393Keywords:
Diabetes melitus, edukasi berbasis keluarga, diet diabetes, senam kaki diabetik, pencegahan komplikasi, Diabetes mellitus , Family-based education , Diabetic diet , Diabetic foot exercises , Complication preventionAbstract
Abstrak: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi, terutama pada kelompok lanjut usia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes melitus dalam pengaturan diet dan pelaksanaan senam kaki diabetik melalui pendekatan berbasis keluarga. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari berturut-turut pada Mei 2023 dengan melibatkan tujuh pasien diabetes melitus dari tiga keluarga binaan di RW 10 Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang. Metode pelaksanaan meliputi pengkajian awal, edukasi pengaturan diet menggunakan media leaflet, pemantauan kadar glukosa darah dua kali sehari, serta demonstrasi dan praktik senam kaki diabetik dengan melibatkan anggota keluarga. Evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan kadar glukosa darah, penilaian pengetahuan menggunakan kuesioner, dan observasi keterampilan senam kaki diabetik. Berdasarkan data yang disajikan dalam naskah, rerata kadar glukosa darah mengalami penurunan dari 212,14 mg/dL pada pengukuran awal menjadi 193,29 mg/dL pada pengukuran akhir, dengan selisih penurunan sebesar 18,86 mg/dL (8,89%). Rerata skor pengetahuan meningkat dari 4,43 menjadi 8,00, sedangkan rerata skor keterampilan meningkat dari 44,29 menjadi 83,57. Temuan tersebut menunjukkan potensi perbaikan kadar glukosa darah, pengetahuan, dan keterampilan perawatan diri setelah pelaksanaan edukasi dan pendampingan berbasis keluarga. Namun, data kuantitatif tersebut masih memerlukan verifikasi terhadap catatan pengukuran aktual sebelum dapat dinyatakan sebagai hasil empiris. Edukasi diet dan senam kaki diabetik berbasis keluarga berpotensi mendukung pengelolaan diabetes melitus dan upaya pencegahan komplikasi pada kelompok lanjut usia.
Abstract: Diabetes mellitus is a chronic disease that requires continuous management to prevent complications, particularly among older adults. This community service program aimed to improve patients' knowledge and skills in dietary management and diabetic foot exercises through a family-based approach. The program was conducted over 10 consecutive days in May 2023, involving seven patients with diabetes mellitus from three assisted families in RW 10, Plamongansari Subdistrict, Semarang City. The implementation methods included initial health assessments, dietary education using leaflets, blood glucose monitoring twice daily, and demonstrations and supervised practice of diabetic foot exercises with family involvement. Evaluation was conducted through blood glucose measurements, knowledge assessments using questionnaires, and direct observation of patients' diabetic foot exercise skills. Based on the data presented in the manuscript, the mean blood glucose level decreased from 212.14 mg/dL at the initial measurement to 193.29 mg/dL at the final measurement, representing a reduction of 18.86 mg/dL (8.89%). The mean knowledge score increased from 4.43 to 8.00, while the mean skills score increased from 44.29 to 83.57. These findings suggest potential improvements in glycemic outcomes, knowledge, and self-care skills following the family-based intervention. However, verification of the actual measurement records is required before these changes can be established as empirical outcomes. Family-based dietary education and diabetic foot exercises may support diabetes self-management and complication prevention among older adults.






