Pendampingan Penguatan Pembelajaran Al-Qur'an Metode Baca-Simak Oleh Mahasiswa KKN di Dusun Krajan
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i4.362Keywords:
Baca-simak, KKN, pembelajaran pendampingan Al-Qur’an, Tajwid, Al-Qur'an learning , Community Service Program , Mentoring , Read-listen method , tajwidAbstract
Abstrak: Keterbatasan tenaga pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) pedesaan membuat koreksi bacaan terhadap santri belum berjalan optimal. Kondisi ini ditemukan pada salah satu tempat mengaji di Dusun Krajan, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, yang hanya memiliki satu ustadzah untuk sekitar dua puluh santri, sehingga sebagian santri belum lancar membaca dan belum memahami tajwid dasar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an dan pengetahuan dasar tajwid santri melalui pendampingan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mitra kegiatan adalah satu tempat mengaji dengan sekitar dua puluh santri dan satu ustadzah, sedangkan pelaksananya dua puluh tiga mahasiswa KKN. Metode yang digunakan adalah pendampingan pembelajaran dengan tahapan observasi awal dan koordinasi, pelaksanaan pendampingan baca-simak yang disertai penyisipan materi tajwid dasar, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan berlangsung dalam 18 pertemuan pada 3–25 Juli 2026. Hasil observasi dan masukan ustadzah menunjukkan indikasi peningkatan kelancaran dan ketepatan bacaan santri, mulai tumbuhnya perhatian terhadap tajwid, serta semangat belajar yang lebih baik. Peningkatan ini bersifat kualitatif karena belum diukur dengan pre-test dan post-test.
Abstract: Limited teaching staff in rural Quranic learning centers (TPQ) often prevents students' recitation from being corrected optimally. This condition was found at a Quranic learning site in Krajan Hamlet, Ngingit Village, Tumpang Subdistrict, Malang Regency, where one ustadzah taught approximately twenty students, some of whom were not yet fluent in reading and lacked basic tajwid knowledge. This activity aimed to improve students' Al-Qur'an reading skills and basic tajwid knowledge through mentoring by Community Service Program (KKN) students. The partner was one Quranic learning site with about twenty students and one ustadzah, while the program was carried out by twenty-three KKN students. The mentoring method consisted of initial observation and coordination, read-listen mentoring supplemented with basic tajwid material, and monitoring and evaluation. The activity was held in 18 meetings between 3 and 25 July 2026. Observations and the ustadzah's feedback indicated improved fluency and accuracy of recitation, growing attention to tajwid, and better learning enthusiasm. These improvements are qualitative, as no pre-test and post-test were administered.






