Penguatan Pengetahuan Remaja Tentang SADARI Sebagai Langkah Awal Deteksi Dini Kanker Payudara
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i4.359Keywords:
Deteksi Dini, Kanker Payudara, Pemeriksaan Payudara Sendiri, Pengetahuan, Remaja, Adolescents , Knowledge , Breast Self-Examination, Breast Cancer, Early DetectionAbstract
Abstrak: Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, sementara pengetahuan masyarakat, khususnya remaja, mengenai kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) masih relatif terbatas. SADARI merupakan salah satu upaya yang dapat diperkenalkan kepada remaja sebagai langkah awal deteksi dini kanker payudara. Oleh karena itu, penguatan pengetahuan mengenai SADARI pada remaja perlu dilakukan melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat pengetahuan remaja mengenai SADARI sebagai langkah awal deteksi dini kanker payudara. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 46 Palembang dengan sasaran remaja. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi secara interaktif, penggunaan media edukasi, demonstrasi langkah-langkah SADARI, serta diskusi dan tanya jawab. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dan perizinan, persiapan materi dan media edukasi, pelaksanaan edukasi, serta evaluasi pengetahuan peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner melalui pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan peserta mengenai SADARI. Kegiatan ini diikuti oleh 33 responden, dengan sebagian besar berusia <18 tahun sebanyak 31 orang (93,94%). Sebagian besar responden juga belum pernah memperoleh informasi mengenai SADARI, yaitu 26 orang (78,79%). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi, ditandai dengan peningkatan responden berpengetahuan baik dari 10 orang (30,30%) sebelum edukasi menjadi 28 orang (84,85%) setelah edukasi, sedangkan pengetahuan kurang baik menurun dari 23 orang (69,70%) menjadi 5 orang (15,15%). Kegiatan edukasi SADARI dapat meningkatkan pengetahuan remaja sebagai bagian dari upaya deteksi dini kanker payudara dan menjadi salah satu kegiatan promotif dan preventif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Abstract: Breast cancer is one of the major health issues, with high incidence and mortality rates, whilst public awareness particularly amongst adolescents of breast cancer and breast self-examination remains relatively limited. Breast self-examination is one of the measures that can be introduced to adolescents as a first step towards the early detection of breast cancer. Therefore, it is necessary to improve adolescents’ knowledge of breast self-examination through health education. This community service activity aims to improve and reinforce adolescents’ knowledge of breast self-examination as a first step in the early detection of breast cancer. The activity was carried out at State Junior High School No. 46 in Palembang, targeting adolescents. This activity employs an educational and participatory approach through the interactive delivery of material, the use of educational media, demonstrations of breast self-examination techniques, as well as discussions and question-and-answer sessions. The stages of the activity include coordination and obtaining permits, preparation of educational materials and media, delivery of the educational programme, and assessment of participants knowledge. The evaluation was carried out using a questionnaire administered as a pre-test before the educational session and a post-test after the session to assess changes in participants’ knowledge of breast self-examination. The study involved 33 respondents, the majority of whom (31, or 93.94 per cent) were aged under 18. The majority of respondents, 26 (78.79 per cent), had never previously received information about breast self-examination. The evaluation results showed an increase in knowledge following the educational programme, as indicated by a rise in the number of respondents with good knowledge from 10 (30.30 per cent) before the programme to 28 (84.85 per cent) afterwards, whilst the number with poor knowledge fell from 23 (69.70 per cent) to 5 (15.15 per cent). Educational activities on breast self-examination can improve adolescents’ knowledge as part of efforts towards the early detection of breast cancer and serve as one of the promotional and preventative activities that can be implemented in school settings.






