Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Upaya Penguatan Kesadaran Remaja di SMA Negeri 1 Batukliang Utara
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i4.351Keywords:
Pendidikan, Pernikahan Dini , Remaja , Sosialisasi , Perspektif Mahasiswa , Early Marriage, Adolescents , Outreach , Student Perspective , EducationAbstract
Abstrak: Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai fenomena pernikahan dini yang masih menjadi persoalan dan dapat berdampak pada aspek pendidikan, kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi. Pernikahan dini juga berisiko menghambat pendidikan, pengembangan potensi diri, serta kesiapan remaja dalam menghadapi kehidupan berumah tangga. Objek sosialisasi ini adalah 40 siswa perwakilan kelas XI dan XII SMAN 1 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2026 menggunakan metode sosialisasi dengan model ceramah dan curah pendapat atau diskusi. Kegiatan menghadirkan dua pemateri, yaitu dosen pembimbing lapangan (DPL) yang membahas pengertian, faktor, risiko, dan dampak pernikahan dini serta mahasiswa KKN-DIK UMMAT yang menyampaikan materi mengenai pernikahan dini dari perspektif mahasiswa, khususnya pentingnya pendidikan, mengejar cita-cita, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi dapat menjadi ruang edukasi bagi siswa untuk memahami risiko pernikahan dini dan pentingnya memprioritaskan pendidikan serta merencanakan masa depan sebelum mengambil keputusan untuk menikah.
Abstract: This outreach program was conducted to help teenagers understand the phenomenon of early marriage, which remains a problem and can have impacts on education, health, psychological well-being, social life, and economic circumstances. Early marriage also risks hindering education, personal development, and teenagers’ readiness to face married life. The participants in this outreach program were 40 student representatives from grades 11 and 12 at SMAN 1 Batukliang Utara, Central Lombok Regency. The event took place on August 31, 2026, and utilized an outreach approach combining lectures with brainstorming sessions and discussions. The event featured two presenters: a field supervisor (DPL), who discussed the definition, factors, risks, and impacts of early marriage; and a student from the UMMAT Community Service Program (KKN-DIK), who presented material on early marriage from a student’s perspective specifically emphasizing the importance of education, pursuing aspirations, developing one’s potential, and preparing for the future. The results of the event showed that the outreach program served as an educational space for students to understand the risks of early marriage and the importance of prioritizing education and planning for the future before making the decision to marry.






