Peningkatan Pengambilan Keputusan ke Jenjang Pendidikan Selanjutnya Melalui Sosialisasi Pengenalan Jurusan Berbasis Informasi
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i4.338Keywords:
Future job, Informasi, Karir, Pengambilan keputusan, Career , Information, Future job , Decision-makingAbstract
Abstrak: Sosialisasi pengenalan jurusan berbasis informasi dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada siswa kelas IX mengenai karakteristik, mata pelajaran, prospek pendidikan lanjutan, dan peluang karier pada tiap tujuan pada jenjang madrasah menengah atas dan yang setara. Kegiatan ini disusun sebagai kontribusi mahasiswa dalam kegiatan Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa MTsN 2 Kota Magelang kelas IX dengan jumlah 200 siswa. Tahapan pengabdian dimulai dari observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pengukuran evaluasi yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif, yaitu dengan membandingkan pre-test (sebelum sosialisasi) dan post-test (sesudah sosialisasi). Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman siswa dan pengambilan keputusan oleh siswa dari 18,90% menjadi 91,80%. Meningkatnya pemahaman siswa menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil dan membuktikan bahwa program seperti ini layak untuk diadakan setiap tahun.
Abstract: Sosialisasi pengenalan jurusan berbasis infromasi was prompted by the low level of understanding among students at the junior high school (SMP) level. The program was conducted to provide ninth graders with insights into the characteristics, courses, prospects for further education, and career opportunities associated with each academic track at the senior high school level and its equivalents. This program was designed as a contribution by students as part of their Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT). The program aimed to provide insights to the 200 ninth-graders at MTsN 2 Kota Magelang. The process of this program consisted of the following stages: observation, preparation, implementation, and evaluation. The evaluation method used was quantitative description, specifically by comparing pre-test (before) and post-test (after) results. The results showed an increase in students’ understanding and decision-making ability from 18,90% to 91,80%. The increase in students’ understanding indicates that this outreach session was successful and proves that programs like this are worth holding every year.






