Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Bergambar Untuk Meningkatkan Minat Baca di SD Advent Kota Jayapura, Papua
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i4.310Keywords:
Minat baca, Literasi dasar , SD Advent, Uji keterbacaan, Cerita anak bergambar , Reading interest, Basic literacy, Advent Elementary School , Readability test , Illustrated children’s storiesAbstract
Abstrak: Kegiatan pengabdian ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian tahun 2025, yaitu pelatihan pembuatan ilustrasi cerita anak bagi guru SD Kota Jayapura yang melibatkan SDN I Abepura, SDN Bertingkat Perumnas I, SD Vim III Kotaraja, SD Juara Kamp Kei, SD Advent, dan SD YPK Yokabaru, Waena. Untuk mendapatkan hasil yang baik, uji keterbacaan diperlukan. Kegiatan ini dilakukan di SD Advent pada bulan Mei 2025 karena sekolah ini mengunggulkan program literasi sebagai kegiatan unggulan dan selalu mencari buku-buku yang sesuai dengan usia dan minat baca anak. Kegiatan ini bertujuan mengukur (1) aspek materi cerita, (2) aspek penyajian, (3) aspek grafika, (4) aspek bahasa. Dengan menggunakan metode partisipasi dan kolaborasi antara dosen, guru, dan mahasiswa, ketua dan anggota bersama guru bekerja sama menyiapkan peserta, materi pelatihan, memperbanyak buku yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian. Dalam pelaksanaannya, terdapat 25 orang yang terlibat, yaitu seorang ketua dan seorang anggota pengabdi, seorang guru, dua orang mahasiswa dan 20 murid kelas IV SD. Hasil uji keterbacaan menunjukkan isi buku cerita sesuai dengan tingkat pemahaman teks murid, memotivasi minat baca para murid. Namun ilustrasi buku yang dianggap tidak sesuai oleh para murid perlu diperbaiki. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa uji keterbacaan buku anak diperlukan agar dapat menghasilkan bacaan yang sesuai dengan tingkat kesulitan, memastikan mutu isi bacaan, dan meningkatkan literasi.
Abstract: This community service initiative is a continuation of a 2025 project focused on training elementary school teachers in Jayapura City—specifically from SDN I Abepura, SDN Bertingkat Perumnas I, SD Vim III Kotaraja, SD Juara Kamp Kei, SD Advent, and SD YPK Yokabaru (Waena)—to create illustrations for children’s stories. To ensure high-quality outcomes, a readability test was conducted. This activity took place at SD Advent in May 2025, as the school prioritizes a literacy program and actively seeks books tailored to children's ages and reading interests. The initiative aimed to evaluate four key aspects: (1) story content, (2) presentation, (3) graphic design, and (4) language. Utilizing a participatory and collaborative approach, the project team—comprising faculty members, a teacher, and university students—worked together to prepare participants, develop training materials, and produce copies of the books used in the program. A total of 25 individuals were involved: one project lead and one team member, one teacher, two university students, and 20 fourth-grade elementary students. The readability test results indicated that the content of the storybooks aligned with the students' level of text comprehension and effectively fostered their interest in reading. However, certain illustrations were deemed unsuitable by the students and require revision. This project concludes that readability testing for children’s books is essential for ensuring that reading materials are appropriately leveled, maintaining the quality of the content, and ultimately enhancing literacy.






