Pelatihan Bahasa Inggris dan TOEFL Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Akademik Lulusan SMA/SMK di Merauke, Provinsi Papua Selatan
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i3.298Keywords:
Pelatihan bahasa Inggris;, TOEFL;, Pengabdian Kepada Masyarakat;, Orang Asli Papua;, Papua Selatan;, lulusan SMA/SMK, Senior High School graduates, South Papua, Indigenous Papuans, Community Service, TOEFL, English TrainingAbstract
Abstrak: Penguasaan bahasa Inggris, khususnya kemampuan yang diukur melalui Test of English as a Foreign Language (TOEFL), menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Di Provinsi Papua Selatan, akses terhadap pelatihan bahasa Inggris yang terstruktur masih terbatas sehingga banyak lulusan SMA/SMK belum memiliki kesiapan yang memadai dalam aspek listening, structure and written expression, maupun reading comprehension. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan pemahaman peserta mengenai format serta strategi pengerjaan tes TOEFL. Kegiatan dilaksanakan selama 12 hari, pada tanggal 15–27 Juni 2026, di Merauke, Provinsi Papua Selatan, dengan melibatkan 32 Orang Asli Papua yang adalah lulusan SMA/SMK. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, drilling soal, diskusi, simulasi tes (try out), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan tingkat kehadiran yang baik, terjadi peningkatan pemahaman tata bahasa Inggris berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, serta meningkatnya kepercayaan diri dan motivasi peserta dalam menghadapi tes TOEFL. Faktor pendukung kegiatan antara lain antusiasme peserta dan dukungan lembaga, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan awal peserta dan keterbatasan waktu pelatihan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia muda di wilayah Papua Selatan dan diharapkan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
Abstract: English proficiency, particularly as measured by the Test of English as a Foreign Language (TOEFL), is an essential asset for senior high school graduates who intend to pursue higher education or enter the workforce. In South Papua Province, structured access to English language training remains limited, leaving many senior high school graduates inadequately prepared in listening, structure and written expression, and reading comprehension. This community service program aimed to improve participants' English proficiency and their understanding of the TOEFL test format and problem-solving strategies. The program was conducted over 12 days, from 15 to 27 June 2026, in Merauke, South Papua Province, involving 32 indigenous Papuans, senior high school graduates. The methods applied included lectures, drilling exercises, discussions, try-out simulations, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed that all participants attended the training with good attendance, an improvement in grammar comprehension was observed between the pre-test and post-test results, and participants' confidence and motivation in facing the TOEFL test increased. Supporting factors included participants' enthusiasm and institutional support, while inhibiting factors included variation in participants' initial proficiency levels and the limited duration of the training. This activity contributed meaningfully to improving the quality of young human resources in the South Papua region and is expected to be continued sustainably.






