Pendampingan Laporan Keuangan Sederhana SAK UMKM Bagi Perempuan Wirausaha UMKM Desa Karang Raja
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i3.285Keywords:
Pencegahan Stunting, Perempuan Wirausaha, SAK EMKM, Laporan Keuangan Sederhana, Literasi Keuangan , Stunting Prevention, Women Entrepreneurs, Financial ratio analysis, Financial statements, PT Wicaksana Overseas International Tbk, Financial LiteracyAbstract
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Karang Raja, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Ini dilakukan sebagai tanggapan atas rendahnya literasi keuangan yang dimiliki pelaku usaha mikro perempuan, yang menyebabkan dana usaha dan rumah tangga tercampur, pengukuran keuntungan menjadi sulit, serta meningkatkan risiko ketidakstabilan ekonomi keluarga dan stunting di pedesaan. Tujuan program ini adalah meningkatkan kemampuan 30 perempuan wirausaha dari Desa Karang Raja, Tanjung Lalang, dan Tegal Rejo dalam menyusun laporan keuangan sederhana sesuai dengan SAK EMKM, sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di desa-desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Karang Raja, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Muara Enim, dan CSR PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, melalui tiga tahap: koordinasi dan pemetaan kebutuhan (pra-kegiatan), pelaksanaan pendampingan (FGD, ceramah interaktif, dan simulasi praktik), serta monitoring dan evaluasi pascakegiatan. Metode ini menggabungkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan prinsip andragogi. Ini dilakukan selama 2 hari melalui Focus Group Discussion (FGD), diskusi interaktif, serta simulasi praktik berbasis kasus budidaya jamur tiram. Keberhasilan dievaluasi secara kualitatif melalui pengamatan portofolio dan observasi langsung terhadap sikap serta keterampilan peserta, mengingat instrumen pengukuran kuantitatif (pre-test dan post-test) belum diterapkan pada tahap kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa seluruh 30 peserta lebih memahami dan lebih mahir dalam menyusun buku kas harian, laporan laba rugi, dan neraca sederhana. Mereka juga lebih baik dalam membedakan antara keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Kemandirian finansial diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta mengurangi stunting di daerah pedesaan.
Abstract: This community service activity was conducted in Karang Raja Village, Muara Enim Regency, South Sumatra Province, in response to low financial literacy among female micro-entrepreneurs, which caused business and household funds to be mixed, made profit measurement difficult, and heightened the risk of household economic instability and stunting in rural areas. The activity aimed to build the capacity of 30 female entrepreneurs from the villages of Karang Raja, Tanjung Lalang, and Tegal Rejo to prepare simple financial reports in accordance with SAK EMKM while strengthening the village entrepreneurship ecosystem. The method combined Participatory Action Research (PAR) and Asset-Based Community Development (ABCD) with andragogy principles, delivered over two days through focus group discussions, interactive lectures, and hands-on simulation using an oyster mushroom cultivation case. Success was evaluated qualitatively through portfolio observation and direct observation of participants' attitudes and skills, as quantitative measurement instruments (pre- and post-tests) had not yet been implemented at this stage. Results showed that all 30 participants demonstrated improved understanding and skills in preparing daily cash books, income statements, and balance sheets, as well as a clearer ability to distinguish between business and personal finances.






