Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Media Pembelajaran Konkret Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i3.277Keywords:
Pelibatan Masyarakat, Sekolah Dasar, Kompetensi Guru, Literasi Numerasi, Bahan Ajar Konkret, Community Engagement, Primary Schools , Teacher Competences , Numeracy Literacy , Concrete Learning MaterialsAbstract
Abstrak: Keterbatasan pemanfaatan media pembelajaran masih menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah dasar. Pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan penggunaan buku teks menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa serta belum optimalnya kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran konkret untuk mendukung pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah dasar. Mitra sasaran kegiatan terdiri atas enam sekolah dasar, yaitu SDI Lasiana, SDN Beumopu, SDK Maria Bunda Karmel, SD MI Al Fitrah, SDN Oesapa Kecil 1, dan SDN Oesapa Kecil 2, dengan melibatkan guru dan kepala sekolah sebagai peserta kegiatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif (participatory training approach) yang dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, persiapan program, sosialisasi, pelatihan, pendampingan implementasi media pembelajaran, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman, keterampilan, kepuasan, dan komitmen guru dalam mengimplementasikan media pembelajaran. Media yang dihibahkan meliputi papan berhitung, papan sinonim dan antonim serta kalimat tanya, papan menyusun kata dan huruf vokal, papan roda pintar dan cepat membaca, serta papan kalimat transitif dan intransitif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran konkret serta mampu mengimplementasikannya pada pembelajaran literasi dan numerasi. Hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan menyatakan komitmen untuk memanfaatkan media pembelajaran secara berkelanjutan di kelas. Dengan demikian, program PkM ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogis guru sekaligus mendukung terciptanya pembelajaran literasi dan numerasi yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna di sekolah dasar.
Abstract: The limited use of teaching aids remains one of the obstacles to the delivery of literacy and numeracy lessons in primary schools. Teaching that is still dominated by lectures and the use of textbooks results in low pupil engagement and sub-optimal teacher competence in developing teaching aids suited to pupils’ characteristics. This Community Service (PkM) activity aims to enhance teachers’ competence in utilising concrete learning resources to support literacy and numeracy learning in primary schools. The target partners for the activity consist of six primary schools, namely SDI Lasiana, SDN Beumopu, SDK Maria Bunda Karmel, SD MI Al Fitrah, SDN Oesapa Kecil 1, and SDN Oesapa Kecil 2, with teachers and headteachers participating in the activity. The implementation method utilised a participatory training approach, carried out through the following stages: needs analysis, programme preparation, socialisation, training, guidance on the implementation of learning materials, as well as monitoring and evaluation. The programme’s success was evaluated through observation, documentation, and the distribution of questionnaires to measure teachers’ levels of understanding, skills, satisfaction, and commitment in implementing the learning materials. The teaching aids donated included abacus boards, boards for synonyms and antonyms as well as question sentences, boards for arranging words and vowels, ‘smart wheel’ and ‘speed reading’ boards, and boards for transitive and intransitive verbs. The results of the activity showed that teachers had improved their knowledge and skills in using concrete teaching aids and were able to implement them in literacy and numeracy lessons. The results of monitoring and evaluation also showed that the majority of participants responded positively to the implementation of the activities and expressed a commitment to utilising the learning materials on an ongoing basis in the classroom. Thus, this Community Service (PkM) programme has contributed to enhancing teachers’ pedagogical competence whilst supporting the creation of more active, interactive and meaningful literacy and numeracy learning in primary schools.






