Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi dan Diskusi Kelompok Berbasis Komunitas Dalam Meningkatkan Self-Management Hipertensi

Authors

  • Prima Trisna Aji Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Yunie Armiyati
  • Elinda Rizkasari

DOI:

https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i2.147

Keywords:

pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, diskusi kelompok, self management, hipertensi, Community empowerment , health education , group discussions , hypertension

Abstract

Abstrak:  Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi kardiovaskular. Rendahnya kemampuan self-management pada masyarakat menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pengendalian tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan self-management hipertensi melalui edukasi dan diskusi kelompok berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Andong, Boyolali, dengan melibatkan 30 peserta yang memiliki risiko atau riwayat hipertensi. Mitra kegiatan meliputi kader kesehatan dan perangkat desa Andong Boyolali. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan dan diskusi kelompok secara interaktif yang difokuskan pada pengelolaan diet, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, serta pemantauan tekanan darah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan (koordinasi dengan mitra dan identifikasi masalah), tahap pelaksanaan (edukasi kesehatan dan diskusi kelompok), serta tahap monitoring dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan diukur melalui peningkatan skor pengetahuan dan kemampuan self-management menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari 60% menjadi 85% serta peningkatan kemampuan self-management hipertensi dari 55% menjadi 80% setelah intervensi diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan diskusi kelompok berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan self-management hipertensi serta berpotensi menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Abstract: Hypertension is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence and serves as a major risk factor for various cardiovascular complications. Low levels of self-management among community members contribute to suboptimal blood pressure control. This community service program aimed to improve hypertension self-management through community-based education and group discussions. The activity was conducted in Andong, Boyolali, involving 30 participants with a risk or history of hypertension. The program collaborated with local health cadres and village officials as community partners. The intervention methods included health education and interactive group discussions focusing on dietary management, physical activity, medication adherence, and blood pressure monitoring. The implementation was carried out in several stages, including the preparation phase (coordination with partners and problem identification), the implementation phase (health education and group discussions), and the monitoring and evaluation phase. The success of the program was assessed based on improvements in knowledge and self-management scores using pre-test and post-test methods. The results showed an increase in participants’ knowledge from 60% to 85% and improvement in hypertension self-management from 55% to 80% after the intervention. These findings indicate that community-based education combined with group discussions is effective in improving hypertension self-management and has the potential to serve as a sustainable community empowerment strategy.

Downloads

Published

2026-04-29

Issue

Section

Articles