Penguatan Karakter Kepemimpinan Melalui Program Pendidikan Di HKBP Trinity Medan
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i2.146Keywords:
character education, Christian Leadership, community service program (PKM), HKBP Trinity Medan, Batak Christian Value, Pendidikan Karakter, Kepemimpinan Kristen, Pengabdian Masyarakat (PkM), Nilai Batak KristenAbstract
Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa penguatan pendidikan karakter kepemimpinan bagi jemaat HKBP Trinity Medan, yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan pada 9–28 Februari 2026, bertujuan untuk meningkatkan literasi kepemimpinan berbasis nilai-nilai Kristen di tengah degradasi moral pada era digital. Kegiatan ini diawali dengan observasi kebutuhan jemaat, dilanjutkan dengan koordinasi bersama pendeta dan pengurus, serta pelaksanaan berbagai aktivitas terintegrasi, seperti bimbingan belajar anak Sekolah Minggu, partangiangan sebagai refleksi rohani, Sabtu Ceria berupa kegiatan rekreasi, parguru malua sebagai pembinaan guru remaja, PHD/PA sebagai latihan rohani pemuda, ibadah Sekolah Minggu, serta ibadah umum yang disertai simulasi kepemimpinan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh target program tercapai dengan tingkat partisipasi yang tinggi, adanya peningkatan integritas karakter pemuda dan jemaat, pengembangan soft skill mahasiswa, terjalinnya sinergi berkelanjutan dengan sinode HKBP, tersusunnya modul praktis berbasis Alkitab, serta terbentuknya kelompok belajar rutin pasca-program. Meskipun terdapat kendala berupa faktor cuaca dan perbedaan usia peserta, hal tersebut dapat diatasi secara proaktif. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dikembangkan melalui digitalisasi guna mendukung replikasi yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Abstract: The Community Service Program (PkM) on Strengthening Leadership Character Education for the HKBP Trinity Medan Congregation, implemented by students of Universitas HKBP Nommensen Medan from February 9 to 28, 2026, aims to strengthen literacy in leadership character based on Christian values amid moral degradation in the digital era through initial observation of congregation needs, coordination with pastors and administrators, and integrated activities such as Sunday School tutoring, spiritual reflection sessions (partangiangan), joyful Saturday recreation, guidance for youth teachers (parguru malua), youth spiritual training (PHD/PA), Sunday School worship, and general worship accompanied by leadership simulations; the results indicate that all targets were achieved with high participation, improvement in the character integrity of the congregation’s youth, development of students’ soft skills, sustainable synergy with the HKBP synod, availability of practical Bible-based modules, and continuation through routine post-program study groups, despite challenges related to weather and age adaptation that were addressed proactively, thus recommending digitalization for replication in line with the Indonesia Golden Vision 2045.






