Pendampingan Gerakan Bersih-Bersih Masjid oleh Organisasi Ikatan Santri Lerpak (IKSAL) Sebagai Upaya Menanamkan Nilai Cinta Kebersihan dan Kepedulian Lingkungan pada Remaja Lerpak Geger Bangkalan
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocepass.v1i2.137Keywords:
Masjid, Remaja , Pendampingan, Mosque , Teenagers , MentoringAbstract
Abstrak: Kegiatan pendampingan gerakan bersih-bersih masjid oleh organisasi IKSAL (Ikatan Santri Lerpak) yang berasal dari PP. Darussalam Pakong merupakan salah satu upaya strategis dalam menanamkan nilai cinta kebersihan dan kepedulian lingkungan kepada santri dan remaja di Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter remaja dan santri yang peduli terhadap kebersihan tempat ibadah dan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini adalah pendekatan partisipatif melalui kegiatan langsung seperti membersihkan area masjid, memberikan pemahaman tentang pentingnya kebersihan, serta diskusi kelompok mengenai peran santri dan remaja dalam menjaga lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif dari para santri dan remaja dalam menjaga kebersihan masjid. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antar warga sekitar dan meningkatkan peran santri dan remaja serta generasi muda. Dengan demikian, program ini dapat dijadikan model pembinaan karakter melalui kegiatan sosial-keagamaan berbasis komunitas.
Abstract: The mentoring activity for the mosque clean-up movement organized by IKSAL (Ikatan Santri Lerpak) from PP. Darussalam pakong is a strategic effort to instill the values of cleanliness and environmental awareness among students (santri) and youth in Lerpak Village, Geger Sub-district, Bangkalan Regency. This program aims to shape the character of young people and santri to become more concerned about the cleanliness of places of worship and their surrounding environment. The mentoring process used a participatory approach through direct involvement in activities such as cleaning mosque areas, providing education on the importance of cleanliness, and facilitating group discussions on the role of youth and santri in environmental preservation. The results showed an increase in awareness and active participation of the youth and santri in maintaining mosque cleanliness. In addition, this activity also strengthened social relations among local residents and enhanced the role of youth, santri, and the younger generation. Thus, this program can serve as a model for character development through community-based socio-religious activities.






