Pendampingan Kepemimpinan Transformative-Prophetic Kepala Sekolah Melalui Integrasi Kearifan Lokal dalam Tata Kelola Pendidikan di Era Society 5.0

Authors

  • Agustin Hanivia Cindy UIN Walisongo Semarang
  • Poltjes Pattipeilohy Universitas Negeri Surabaya
  • Dwi Nur Nikmah Universitas Sunan Gresik
  • Rachman Halim Yustiyawan Universitas Sunan Gresik
  • Elya Indah Rahmawati Universitas Negeri Malang
  • Nur Rina Priyani Mirsa Universitas Negeri Yogyakarta
  • Alpendi Alpendi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.67548/jocemstran.v1i1.96

Keywords:

Prophetic Leadership, Society 5.0, ABCD, Digital-Srawung, Muhammadiyah

Abstract

Abstrak

Di era Society 5.0, lembaga pendidikan menghadapi tantangan digitalisasi masif yang berisiko memicu dehumanisasi dan pengikisan karakter jika tidak dikelola dengan tepat. Analisis situasi menunjukkan bahwa banyak kepala sekolah masih mengalami kesenjangan kompetensi dalam memadukan teknologi dengan nilai-nilai moral-spiritual. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memformulasikan dan menerapkan model kepemimpinan baru melalui integrasi paradigma Transformative-Prophetic dengan kearifan lokal dalam tata kelola pendidikan modern. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dilakukan melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 30 kepala sekolah Muhammadiyah di Kota Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas kepemimpinan peserta sebesar 35%, yang mencakup dimensi Sidiq (integritas), Amanah (akuntabilitas), Tabligh (komunikasi), dan Fathonah (inovasi digital). Inovasi utama yang dihasilkan adalah "Prophetic-Digital Governance (PDG) Framework" dan konsep "Digital-Srawung". Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat diintegrasikan secara harmonis dengan nilai-nilai spiritual dan budaya lokal tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan. Program ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan yang berakar pada nilai kenabian efektif menjadi pedoman etika dalam akselerasi transformasi digital di sekolah.

Kata kunci: Kepemimpinan Prophetic; Society 5.0; ABCD; Digital-Srawung; Muhammadiyah.

       

Abstract

In the era of Society 5.0, educational institutions face the challenge of massive digitalization that risks triggering dehumanization and character erosion if not managed properly. Situational analysis shows that many school principals still experience competency gaps in integrating technology with moral-spiritual values. This community service program aims to formulate and implement a new leadership model through the integration of the Transformative-Prophetic paradigm with local wisdom in modern education governance. The implementation method uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which is carried out through the stages of discovery, dream, design, define, and destiny. The target partners in this activity are 30 Muhammadiyah school principals in Semarang City. The results of the activity show a significant increase in the leadership capacity of participants by 35%, which includes the dimensions of Sidiq (integrity), Amanah (accountability), Tabligh (communication), and Fathonah (digital innovation). The main innovations produced are the "Prophetic-Digital Governance (PDG) Framework" and the "Digital-Srawung" concept. This innovation demonstrates that technology can be harmoniously integrated with local spiritual and cultural values ​​without diminishing the human aspect. The program concluded that leadership rooted in prophetic values ​​effectively serves as an ethical guideline for accelerating digital transformation in schools.

Keywords: Prophetic Leadership; Society 5.0; ABCD; Digital-Srawung; Muhammadiyah.

Downloads

Published

2026-02-20

Issue

Section

Articles