Pemberdayaan Kader Kesehatan Tentang Interaksi Obat Bersama dengan Makanan dan Minuman pada Ibu Wali Murid di SD Al Azhar Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocemstran.v1i1.92Keywords:
Community service, Rational Drug Use, Food–Drug Interaction, Health Cadres, Health EducationAbstract
Abstrak
Penggunaan obat secara rasional merupakan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Masyarakat masih banyak ditemukan kesalahan dalam penggunaan obat, khususnya terkait cara dan waktu konsumsi obat yang dikaitkan dengan makanan dan minuman. Pemahaman yang keliru, seperti kebiasaan meminum obat dengan teh, kopi, atau susu, serta anggapan bahwa semua obat harus diminum setelah makan, masih sering dijumpai. Kesalahan tersebut berpotensi menurunkan efektivitas terapi, menghambat penyerapan obat, bahkan meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat mengenai interaksi obat dengan makanan dan minuman menjadi salah satu faktor utama terjadinya permasalahan ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader kesehatan dan ibu wali murid mengenai interaksi obat dengan makanan dan minuman dan Memberikan pemahaman yang benar tentang aturan dan waktu konsumsi obat yang tepat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi Penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif yang membahas konsep penggunaan obat rasional, interaksi obat dengan makanan dan minuman, serta kesalahan umum dalam konsumsi obat serta Diskusi dan tanya jawab, untuk memberikan kesempatan kepada peserta menyampaikan pengalaman serta permasalahan yang sering dihadapi terkait penggunaan obat. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan sekolah dan ibu wali murid di SD Al Azhar Kota Semarang. Kelompok sasaran ini dipilih karena memiliki peran penting dalam pengawasan dan pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga, khususnya dalam penggunaan obat pada anak. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 50 orang, yang terdiri dari kader kesehatan dan ibu wali murid. Peserta mengikuti kegiatan secara aktif mulai dari penyuluhan, diskusi, hingga evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta yang signifikan mengenai interaksi obat dengan makanan dan minuman. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait aturan minum obat, waktu konsumsi obat yang tepat, serta jenis makanan dan minuman yang aman dikonsumsi bersamaan dengan obat. Peserta menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya membaca label obat dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat. Antusiasme peserta selama diskusi juga menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait interaksi obat dengan makanan dan minuman serta berpotensi membentuk perilaku penggunaan obat yang lebih aman, rasional, dan sesuai standar kesehatan.
Kata kunci: Pengabdian Masyarakat; Penggunaan Obat Rasional; Interaksi Obat-Makanan; Edukasi Kesehatan; Kader Kesehatan.
Abstract
Rational drug use is an important effort to improve the overall level of public health. However, many medication-use errors are still commonly found in the community, particularly related to the method and timing of drug consumption in relation to food and beverages. Misconceptions, such as the habit of taking medication with tea, coffee, or milk, as well as the assumption that all medicines should be taken after meals, are still frequently encountered. These errors may reduce therapeutic effectiveness, interfere with drug absorption, and even increase the risk of adverse effects. Low public health literacy regarding drug–food and drug–beverage interactions is one of the main contributing factors to this problem. This community service activity aimed to improve the knowledge and understanding of health cadres and mothers of students regarding drug interactions with food and beverages, as well as to provide correct information on appropriate rules and timing of medication intake. The implementation methods included health education through interactive lectures discussing the concept of rational drug use, drug–food and drug–beverage interactions, and common medication-use errors, as well as discussion and question-and-answer sessions to allow participants to share their experiences and challenges related to medication use. The target partners of this activity were school health cadres and mothers of students at SD Al Azhar, Semarang City. This target group was selected because of their important role in supervising and making decisions related to family health, particularly in the use of medications for children. A total of 50 participants were involved in this activity, consisting of health cadres and mothers of students. Participants actively engaged in all stages of the activity, including education sessions, discussions, and evaluation. The results of the community service activity showed a significant increase in participants’ knowledge and understanding of drug interactions with food and beverages. Based on pre-test and post-test results, participants demonstrated improved understanding of medication administration rules, appropriate timing of drug consumption, and types of food and beverages that are safe to consume with medications. Participants also showed increased awareness of the importance of reading medication labels and consulting healthcare professionals before using medicines. The high level of participant enthusiasm during discussions indicated that the material provided was relevant to their daily needs. Overall, this activity was effective in improving public health literacy related to drug–food and drug–beverage interactions and has the potential to promote safer, more rational, and standard-compliant medication-use behavior.
Keywords: Community Service; Rational Drug Use; Food–Drug Interaction; Health Education; Health Cadres.






