Sosialisasi Sekolah Ramah Tanpa Kekerasan dan Bullying di SMPN 4 Praya Kabupaten Lombok Tengah
DOI:
https://doi.org/10.67548/jocemstran.v1i3.346Keywords:
Bullying, Child-friendly school, School violence, Socialization, StudentsAbstract
Kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah merupakan persoalan serius yang dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, psikologis, dan akademik peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang sekolah ramah tanpa kekerasan dan bullying di SMPN 4 Praya Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Agustus 2026 di Aula SMPN 4 Praya dengan melibatkan 80 peserta didik, terdiri atas 50 siswa perempuan dan 30 siswa laki-laki. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif dan dialogis melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, observasi, tes, dan analisis dokumen. Materi kegiatan meliputi konsep sekolah ramah tanpa kekerasan, bentuk-bentuk bullying, perbedaan bercanda dan bullying, dampak bullying terhadap korban, tindakan yang perlu dilakukan jika menjadi korban, serta upaya yang dilakukan jika melihat bullying. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik berada pada kategori baik. Indikator sekolah ramah tanpa kekerasan memperoleh capaian 90%, tindakan jika menjadi korban bullying 85%, upaya jika melihat bullying 82%, lima bentuk bullying 80%, tiga dampak bullying terhadap korban 79%, dan perbedaan bercanda dan bullying 75%. Kegiatan berlangsung secara tertib, interaktif, dan mendapat respons positif dari peserta didik. Sosialisasi ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran peserta didik untuk menolak kekerasan, menghargai teman, membantu korban, serta membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying.






