Penguatan Komunikasi Pembelajaran Melalui Praktik Laboratorium Sebagai Media Interaksi Pendidikan di Lingkungan Sekolah

Authors

  • Rafinita Aditia Universitas Bengkulu
  • Andika Fitrianti SMP IA 52 Bengkulu
  • Wulan Aditia SMP IA 52 Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.67548/jocemstran.v1i2.193

Keywords:

communication, practical learning, laboratory practice, interaction, biotechnology

Abstract

Abstrak

Pembelajaran di lingkungan sekolah masih didominasi oleh pola komunikasi satu arah yang membatasi interaksi dan partisipasi aktif siswa. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas komunikasi pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi pembelajaran dengan mengoptimalkan praktik laboratorium sebagai media interaksi pendidikan di lingkungan sekolah. Mitra kegiatan adalah komunitas SMP di Kota Bengkulu, yang menargetkan sekitar 31 siswa kelas IXC SMP Negeri Al Azhar Bengkulu 52. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan pembelajaran komunikatif berbasis praktik laboratorium melalui bimbingan belajar, praktikum bioteknologi konvensional, diskusi kelompok, dan presentasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa praktik laboratorium mampu mendorong interaksi pendidikan dan komunikasi dua arah antar siswa. Secara kualitatif, terjadi peningkatan partisipasi, keberanian untuk menyampaikan pendapat, dan kerja sama kelompok. Secara kuantitatif, kemampuan komunikasi siswa sebagai soft skill meningkat sekitar 30–40 persen, sedangkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis sebagai hard skill meningkat sekitar 25–30 persen. Aktivitas ini membuktikan bahwa praktik laboratorium dapat berfungsi secara efektif sebagai media komunikasi pembelajaran yang mendukung pembelajaran aktif dan berkelanjutan.

Kata kunci: Komunikasi; Pembelajaran Praktik; Praktik laboratorium; Interaksi; Bioteknologi

Abstract

Learning in schools is still dominated by one-way communication patterns that limit student interaction and active participation. This condition results in low quality communication and student engagement in the learning process. This community service activity aims to strengthen communication in learning by optimizing laboratory practice as a medium for educational interaction in the school environment. The activity partners are junior high school communities in Bengkulu City, targeting approximately 31 ninth-grade students of SMP Negeri Al Azhar Bengkulu 52. The implementation method uses a communicative learning approach based on laboratory practice through tutoring, conventional biotechnology practicums, group discussions, and presentations of results. The results of the activity indicate that laboratory practice is able to encourage educational interaction and two-way communication among students. Qualitatively, there was an increase in participation, courage to express opinions, and group collaboration. Quantitatively, students' communication skills, as soft skills, increased by approximately 30–40 percent, while conceptual understanding and practical skills, as hard skills, increased by approximately 25–30 percent. This activity demonstrates that laboratory practice can function effectively as a medium for learning communication that supports active and sustainable learning.

Keywords: Communication; Practical Learning; Laboratory Practice; Interaction; Biotechnology

Downloads

Published

2026-05-18

Issue

Section

Articles